Keterkaitan Pendidikan Anak dengan Lingkungan dan Kesehatan
Keterkaitan Pendidikan Anak dengan Lingkungan dan Kesehatan
Malahayati
Universitas Diponegoro
Pada dasarnya, pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan anak sendiri merupakan semua perbuatan dalam usaha manusia yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa untuk memberikan pengaruh pada anak didiknya agar dapat meningkatkan kedewasaan dan bertanggung jawab atas segala tindakan atau perbuatannya secara moril.
Seorang anak pertama kali mendapatkan pendidikannya di lingkungan keluarga oleh orang tuanya. Namun, seiring berkembangnya zaman pola pendidikan anak pun juga mengalami perkembangan. Kini, orang tua sudah tidak bisa mendidik anaknya seperti bagaimana mereka didik dahulu. Banyak hal yg diajarkan oleh orang tua kepada anaknya sebagai bekal untuk anaknya kelak sebelum mereka mendapatkan pendidikan formal dan membentuk karakter anak dalam mengahadapi kehidupan sosial di lingkuangan masyarakat.
Lingkungan masyarakat sendiri merupakan tempat berbaurnya segala macam komponen sosial, mulai dari beragamnya suku, budaya, agama dan etnis. Hal ini juga sangat mempengaruhi perkembangan seorang anak. Namun, bimbingan yang tepat dapat menghindarkan si anak dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian si anak juga dapat menyeleksi pergaulan mana yang baik dan mana yang buruk.
Pada saat ini, dunia sedang menghadapi sebuah pandemi yang mengubah tatanan kehidupan dalam skala yang besar. Dunia pendidikan anak juga tidak terlepas dari perubahan yang diakibatkan pandemi ini. Sudah kurang lebih lima bulan sejak presiden mengintruksikan seluruh siswa di Indonesia untuk melakukan pembelajaran di rumah masing-masing menggunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Namun, kondisi seperti ini tidak akan berlangsung selamanya. Karena pendidikan dengan tatap muka secara langsung akan lebih efektif dibanding dengan tatap muka via daring. Pertemuan tatap muka antara pengajar dan peserta didik juga akan menumbuhkan jiwa sosial dan rasa empati terhadap sesama.
Pada masa pandemi seperti ini, sistem pembelajaran tatap muka tetap dapat dilaksanakan dengan syarat seluruh orang yang terlibat harus mematuhi protokol Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Seluruh protokol kesehatan di sekolah sudah tercantum di dalam buku saku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang disusun Kemendikbud, Kemenkes, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. Mulai dari menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik, selalu mencuci tangan, dan mengenakan masker selama pembelajaran berlangsung. Buku saku ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Sehubungan dengan munculnya wacana pengembalian sistem pendidikan yang saat pandemi ini dijalankan melalui dalam jaringan akan dikembalikan menjadi sistem tatap muka di kelas. Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di dunia pendidikan tepatnya pada tingkat Sekolah Dasar memerlukan tenaga tambahan. Seperti kita ketahui bersama bahwa anak-anak yang ada di Sekolah Dasar memilik energi yang banyak. Hal ini menyebabkan tingkat interaksi sosial mereka sangat tinggi. Mereka lebih senang untuk melakukan kegiatan fisik yang melibatkan banyak orang. Untuk menanggapinya, para siswa perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan guna menghentikan penyebaran virus corona.
Kembali ke pembahasan awal dimana seorang anak memiliki bekal karakter yang telah ditanamkan sejak dini untuk menyikapi sebuah masalah. Bekal karakter tersebut merupakan hasil dari pola pendidikan yang didapat dari seorang anak yang diterimanya dari lingkungan terdekatnya. Maka dari itu sebagai orang yang dewasa harus memberikan teladan yang baik untuk ditiru karena seorang anak sangat cepat menirukan setiap hal yang dia lihat. Pada saat pandemi seperti ini, sebagai orang dewasa, kita dapat memberikan contoh seperti selalu menggunakan masker ketika bepergian, selalu mencuci tangan, menjaga jarak, dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar