Menumbuhkan Minat Anak pada Bidang Pengetahuan melalui Media Sosial

 

Menumbuhkan Minat Anak pada Bidang Pengetahuan melalui Media Sosial

 

Vinifa Anindya Widjono

Universitas Diponegoro

 

Berdasarkan laporan terbaru We Are Social, pada tahun 2020 disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet di negeri ini. Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, maka itu artinya 64% setengah penduduk RI telah merasakan akses ke dunia maya. Hal ini membuktikan bahwa minat warga negara Indonesia terhadap internet semakin meningkat disetiap tahunnya, terlebih lagi pada masa pandemi ini yang mengharuskan mayoritas kegiatan dilaksanakan melalui daring. Sesuai data yang dipublikasikan oleh We Are Social, penggunaan Media Sosial menduduki peringkat kedua dengan rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan waktu sebanyak 3 jam 26 menit. Dengan Youtube menjadi media sosial dengan pengguna paling banyak yaitu sebesar 88%.

Youtube merupakan sebuah situs web berbagi video yang dibuat pada tanggal 14 Februari 2005. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video. Youtube berkembang cukup pesat di Indonesia, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya konten kreator di Youtube yang berasal dari Indonesia. Untuk itu, semakin banyak jenis konten yang dipublikasikan di Youtube, antara lain konten Sains dan Teknologi, konten Pembelajaran, Konten Memasak dan masih banyak lagi. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa konten-konten pengetahuan di Youtube memiliki pengunjung atau viewer yang lebih sedikit dibandingkan konten lain. Hal ini menunjukkan kurangnya minat anak bangsa dalam bidang ilmu pengetahuan.

Namun perlu digaris bawahi, bahwa dengan adanya banyak konten yang bisa dipilih, maka diperlukan peran dari orang tua yang harus memantau kegiatan anak-anaknya. Anak-anak dan remaja tidak bisa dicegah untuk tidak memanfaatkan internet. Yang bijaksana adalah mengarahkan mereka untuk pemanfaatan internet untuk kegiatan positif, misalnya untuk pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan. Pengaruh lingkungan sangat penting dalam menciptakan pembiasaan, menggunakan  pemanfaatan internet untuk pendidikan. Dalam lingkungan keluarga, peran orangtua sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar anak-anak memanfaatkan internet secara positif. Oleh karena itu imbingan oleh orang tua sangat diperlukan dalam pemantauan penggunaan sosial media oleh anak.

Media sosial juga mempengaruhi perkembangan karakter anak. Untuk mengarahkan minat anak orang tua sangat berpengaruh didalamnya, karena pada usia tersebut otak anak sedang berkembang dengan sangat pesat. Mereka akan mampu menyerap dengan cepat segala sesuatu yang dilihat atau didengarnya. Terdapat berbagai cara dan tips untuk menumbuh kembangkan minat anak terhadap konten pengetahuan. Yang pertama, dengan menumpuk rasa ingin tahu pada anak. Hal ini dapat dimulai dengan merangsang anak dengan pertanyaan terbuka, seperti menanyakan perasaan anak mengenai kejadian yang telah dilewati anak pada hari itu. Yang kedua, dengan bersedia menjawab pertanyaan anak, hal ini tidak boleh disepelekan dengan menjawab dengan pernyataan yang dapat mengecewakan anak, karena rasa penasaran anak perlu terjawabkan sebelum mereka dapat mengembangkan imajinasi dan minat mereka sendiri. Yang ketiga, apabila orang tua tidak tahu jawabannya maka yang perlu dilakukan orang tua adalah membimbing anak, mengenalkan anak dengan Media Sosial, menunjukkan kepada anak bahwa terkadang kita dapat mencari jawaban atas pertanyaan kita dengan bantuan Youtube. Hal ini merupakan awal yang baik untuk menunjukkan kepada anak manfaat Media Sosial secara Positif. Selain anak mencari jawaban, orang tua juga perlu ikut membaca apa yang mereka buka sehingga dapat belajar bersama dan mengontrol kegiatan anak di Media Sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNITAS PEDULI PENDIDIKAN INDONESIA “PELANGI CERIA”

PENGARUH LINGKUNGAN DAN KESEHATAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Media Sosial sebagai Media Belajar Daring bagi Siswa