Pemanfaat Media Sosial untuk Menciptakan Generasi Cerdas Digital

Imanniar Yulmar Aulia

Universitas Diponegoro

video selengkapnya : https://www.youtube.com/channel/UCiR9QGcdO-m-u1vyE3QSxmg

Pada awalnya, sosial media adalah ruang atau wadah komunikasi dan informasi bagi banyak orang yang berhalangan jarak. Namun lambat laun, seiring dengan perkembangannya yang begitu pesat, sosial media berubah menjadi suatu kebutuhan untuk seluruh lapisan masyarakat di penjuru dunia. Hal ini adalah awal dimana anak-anak bisa mengenal sosial media. Sebenarnya,  sosial media sendiri memiliki banyak manfaat. Apalagi untuk anak-anak yang tumbuh di era digital seperti saat ini.

Namun, tak jarang orang tua atau orang dewasa yang berada di sekeliling anak-anak berusia di bawah 13 tahun lupa akan pentingnya membekali anak untuk bijak dalam menggunakan sosial media. Banyak cara yang mereka lakukan untuk bisa memilki akun sendiri di jejaring sosial, seperti facebook, instagram, dan twitter. Padahal, dalam peraturan yang sudah di tetapkan, anak boleh memiliki akun sendiri di jejaring sosial setelah mereka menginjak usia 13 tahun. Hal ini yang nantinya akan menjadi ancaman bagi orang tua terhadap perkembangan anak, khususnya pendidikan.

Lalu mengapa anak di era digital seperti sekarang ini ingin sekali memiliki sosial media sendiri bahkan saat dirinya masih berusia dibawah 13 tahun?
Hal ini disebabkan oleh keinginan mereka untuk mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan di dunia realita. Edukasi yang kurang dari orang tua untuk anak usia dini dan juga pendidikan formal yang hanya mengajarkan pelajaran teori ini lah yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Mereka memilih bermain sosial media untuk menutupi kekosongan yang tidak bisa mereka dapatkan dari dunia realitanya. Seperti gemar selfie, bermain game, atau sekedar melihat video K-Pop yang akhir-akhir ini juga sedang marak diperbincangkan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

Sosial media memang tidak bisa lagi lepas dari manusia di era sekarang ini. Namun, upaya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan adalah pengaruh terhadap pendidikan anak yang perlu kita semua perhatikan. Bijak dalam penggunaan sosial media adalah salah satu cara untuk terus mengembangkan pendidikan anak melalui sosial media. Menyebar informasi bermanfaat seperti berita aktual yang tidak mereka dapatkan di dunia relita dan memberikan tips-tips yang bisa di aplikasikan secara langsung oleh anak bisa juga menjadi pengaruh positif untuk perkembangan otak anak.

Sebenarnya, melalui sosial media, anak dapat mengembangkan kecerdasan berfikirnya. Mereka dapat memilih mana yang bagus untuk dikonsumsi dan mana yang tidak. Dari informasi yang hanya mereka dapatkan melalui sosial media ini lah yang juga memberikan pengaruh positif lainnya seperti membangun kreativitas anak dan juga melatih anak untuk berfikir kritis. Dari pengaruh positif itulah yang nantinya banyak menciptakan generasi-generasi yang cerdas digital. Namun, karena usianya yang belum cukup, kita sebagai orang dewasa harus selalu mendampingi dan memberikan aturan waktu saaat mereka bermain sosial media. Menjaga mereka agar tidak menyalah gunakan sosial media memang sangat penting. Selain banyak mendapat manfaat, mereka juga bisa memiliki pengaruh negatif atau informasi negatif dari sosial media. Hal ini lah yang perlu kita cegah dengan mendampingi anak-anak saat bersosial media.

Keterkaitan pendidikan anak melalui sosial media juga di manfaatkan guru pada masa pandemi ini. Mereka bisa melakukan pendidikan jarak jauh melalui video call atau meet di sosial media. Banyak kesempatan yang bisa didapatkan anak seperti lebih tau banyak fitur-fitur di sosial media yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Ini dapat mengembangkan kreativitas anak secara terus menerus. Maka dari itu, hal-hal positif ini lah yang perlu kita pertahankan untuk menciptakan generasi-generasi yang cerdas digital.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNITAS PEDULI PENDIDIKAN INDONESIA “PELANGI CERIA”

PENGARUH LINGKUNGAN DAN KESEHATAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Media Sosial sebagai Media Belajar Daring bagi Siswa