Peran Keluarga Terhadap Pendidikan Karakter dan Budaya pada Anak
Peran Keluarga Terhadap Pendidikan Karakter dan Budaya pada Anak
Intan Permatasari Abriyanto
Universitas Diponegoro
Pendidikan merupakan proses dalam pengembangan dan peningkatan pola pikir serta etika manusia melalui pengajaran, pelatihan, dan perbuatan yang mendidik. Pendidikan berhak didapatkan oleh semua manusia tanpa terkecuali. Di Indonesia, ada 3 jenis pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan juga pendidikan informal. Ketiga pendidikan terserbut mempunyai tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya. Sejak tahun 2016, presiden Joko Widodo telah menghimbau kepada pendidik agar tidak hanya memberi pengetahuan akademik, namun beliau memfokuskan adanya pemberian pendidikan karakter sejak dini pada anak mulai dari sekolah dasar. Terdapat 5 pilar penguatan pendidikan karakter di sekolah yaitu, religious, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Sekolah menjadi wadah dalam pembentukan karakter anak, namun sebenarnya keluargalah yang menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan mengenai pembentukan karakter.
Keluarga adalah tempat pertama bagi anak untuk menyerap dan memperlajari segala hal. Orang tua sebagai figure panutan bagi anak, sehingga sangat penting bagi orang tua memiliki karakter baik yang dapat ditiru oleh anaknya. Anak akan cenderung meniru sifat dan segala tindakan yang dilihat dan diajarkan. Pada anak usia dini, merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan potensi anak, berupa pembentukan dasar kepribadian, kemampuan berfikir, kecerdasan, ketrampilan, serta kemampuan bersosialisasi. Oleh karena itu, anak harus dibekali pendidikan karakter yang baik, beretika, bermolar, serta sesuai dengan budaya yang berkembang di Indonesia.
Bicara soal budaya, Indonesia merupakan negara dengan keberagaman suku, ras, budaya, adat istiadat, agama, dan juga kebiasaan. Setiap keberagaman yang ada, tercipta suatu ciri khas yang menunjukkan identitasnya masing masing. Adanya perbedaan di dalam keberagaman tersebut, memunculkan rasa saling melengkapi dan toleransi satu sama lain. Namun, saat ini keberagaman budaya Indonesia sudah mulai lekang oleh zaman. Anak anak tak lagi mengenal budaya tradisional karena tergantikan oleh budaya barat yang dinilai sebagai bentuk perkembangan zaman dan menjadikan budaya sendiri terasa asing. Sehingga, perlu adanya pengenalan budaya pada anak sejak dini agar merasa familiar dan cinta terhadap budaya daerahnya. Dalam kasus ini, pendidikan karakter nasionalis memiliki peran dan kaitan erat untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap negara dan budaya yang ada.
Lagi lagi, keluarga menjadi tempat pertama untuk mengajarkan pada anak mengenai implementasi pengenalan budaya. Lingkungan keluarga terutama orang tua dapat mengajarkan hal hal dasar seperti kebiasaan, sopan santun, etika, dan juga bahasa yang ada di daerah tempat tinggalnya. Orang tua juga dapat mengajak anak untuk menyaksikan pertunjukan seni lokal serta memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mempertontonkan kesenian daerah lainnya, sehingga anak akan terbiasa dan bisa mencintai keragaman budaya yang ada di Indonesia. Setelah menerima dan mencintai budayanya, rasa ketertarikan untuk mempelajarinya akan tumbuh secara perlahan dalam diri anak. Dari sinilah budaya Indonesia akan terus lestari dari generasi ke generasi.
Komentar
Posting Komentar