Peranan Sekolah Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Anak

 

Peranan Sekolah Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Anak

Nova Rahmawati
Universitas Diponegoro

 

Pembentukan karakter merupakan suatu proses yang akan terus berlangsung atau tak akan berakhir semasa hidup, karena karakter merupakan sesuatu yang melekat dalam pribadi setiap manusia. Karakter seseorang sangat menunjukkan bagaimana dia berperilaku dalam kehidupan. Banyak sekali kasus yang dialami sebagian anak bangsa dengan berbagai kekerasan, penyalahgunaan narkoba, merokok dan seks bahkan pelanggaran hukum sehingga mereka hidup dalam kesadaran moral yang rendah, maka pembentukan karakter diharapkan dapat menciptakan para generasi bangsa yang memiliki karakter baik sehingga membentuk seseorang untuk berperilaku yang baik dan bermoral.

Pembentukan karakter sangat erat kaitannya dengan budaya atau kebiasaan yang telah dilakukan. Budaya yang berarti suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pada dasarnya suatu sistem pendidikan diciptakan untuk menciptakan generasi muda yang berbudaya, berbangsa dan bernegara. Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada tingkat pendidikan yang diperoleh rakyatnya. Namun tak jarang atau bahkan masalah yang paling sering dihadapi di setiap tingkat pendidikan yaitu masalah kedisplinan, kejujuran dalam ujian yang masih rendah atau mencontek, dan budaya literasi yang masih rendah. Permasalahan-permasalahan di atas, menuntut sekolah mengembangkan budaya sekolah, seperti; budaya disiplin, rasa tanggung jawab, kejujuran, keikhlasan, etos belajar, berakhlak mulia, dan cinta belajar. Maka dari itu, budaya yang berkembang pada lingkungan pendidikan akan berdampak pada pengembangan karakter anak.

Sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan formal memainkan perannnya dalam pembentukan karakter melalui budaya biasanya dengan menciptakan kebijakan-kebijakan yang diharapkan dapat berdampak positif untuk pengembangan karakter para siswanya, seperti menciptakan gerakan literasi yang diharapkan menumbuhkan karakter gemar membaca, kewajiban untuk sholat berjamaah yang diharapkan untuk menumbuhkan karakter religius, dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah anak untuk mengembangkan karakter yang aktif, kreatif, dan inovatif.

Selain itu, pembentukan karakter di sekolah dapat dilakukan dengan memasukkan nilai-nilai karakter pada kurikulum atau pembelajaran yang telah ada. Seperti saat ini sering dalam pembelajaran untuk membuat kelompok belajar, harapannya akan tumbuh karakter kerja sama di dalamnya. Pada dasarnya karakter seorang anak tumbuh berdasarkan pengalaman-pengalaman atau kebiasaan yang dihadapinya. Dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan akan memudahkan seorang anak untuk mengembangkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Pembentukan karakter melalui pendidikan formal di sekolah dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui kegiatan rutin seperti upacara bendera yang diharapkan dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air, kegiatan spontan yaitu dengan penarikan sumbangan atas suatu bencana yang diharapkan dapat menumbuhkan karakter peduli sosial, dan melalui keteladanan tenaga pendidik.

Guru atau tenaga pendidik lainnya dalam institusi pendidikan memainkan perannya sebagai motivator untuk melakukan sesuatu yang bernilai positif, dengan memberikan praktek atau contoh yang baik diharapkan anak dapat menjadikannya teladan. Apalagi untuk anak yang masih usia dini kebanyakan masih meniru apa yang ia lihat, disitulah guru memiliki peranan yang sangat penting untuk pembentukan karakter anak. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa nilai-nilai karakter yang harus dibawa oleh guru atau pendidik untuk anak didiknya adalah; religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab.

Saat ini pembentukan karakter di sekolah dengan menciptakan budaya baru di sekolah dan memasukkan nilai-nilai pengembangan karakter dalam kurikulum atau pembelajaran sudah marak dilakukan. Sekolah menjadi salah satu tempat dimana anak lebih mudah mengembangkan karakternya, lebih bebas berekspresi karena bersama dengan teman-teman seusianya tetapi tetap dalam pengawasan guru atau pendidik lainnya. Dengan budaya yang dibentuk, bimbingan dari para guru, dan pengaruh lingkungan sekolah yang baik, diharapkan akan tumbuh karakter yang baik pada anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNITAS PEDULI PENDIDIKAN INDONESIA “PELANGI CERIA”

PENGARUH LINGKUNGAN DAN KESEHATAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Media Sosial sebagai Media Belajar Daring bagi Siswa