Lingkungan Kondusif di Rumah Untuk Kegiatan Belajar yang Optimal

 Lingkungan Kondusif di Rumah Untuk Kegiatan Belajar yang Optimal

Alifia Bintang Azzahra

Universitas Padjajaran

Beberapa bulan belakangan, kegiatan belajar mengajar di sekolah cukup banyak berubah karena harus disesuaikan dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi. Kegiatan yang awalnya dapat dilakukan dengan tatap muka kini diubah menjadi daring. Biasanya siswa dapat keluar dari rumah, bertemu guru dan teman dalam kesehariannya. Namun, sekarang kegiatan tersebut menjadi cukup terbatas sehingga rutinitas setiap hari pun ikut berubah. Perubahan ini tentunya dapat menimbulkan kecemasan tersendiri bagi seluruh pihak yang berhubungan dalam kegiatan belajar mengajar. Jadi, hal apakah yang dapat dilakukan agar kegiatan belajar tetap berlangsung dengan baik?

Kegiatan belajar yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Lingkungan yang kondusif sendiri dapat terjadi jika lingkungan fisik dan lingkungan sosial anak terpenuhi saat proses belajar. Pada saat belajar di rumah, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan aspek-aspek pendukung terpenuhinya lingkungan fisik dan lingkungan sosial di sekolah ke dalam rumah. Lingkungan fisik di sekolah seperti meja belajar, ruang kelas, media belajar, penataan ruangan, pengudaraan, pencahayaan dapat diterapkan di dalam rumah. Meja belajar di rumah dapat diubah menjadi mirip dengan meja di sekolah dimana buku-buku disiapkan sesuai dengan keperluan pembelajaran, hal-hal yang dapat mendistraksi anak seperti handphone, mainan dan barang-barang yang tidak diperlukan dapat di singkirkan terlebih dahulu. Kamar atau ruang belajar pun harus disesuaikan sehingga mendapatkan pencahayaan yang baik dan udara yang nyaman dimana tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, media belajar seperti gadget untuk belajar daring pun sebaiknya disiapkan dengan sebaik mungkin. Selain itu, sesuaikan juga apakah anak menyukai lingkungan yang hening atau sedikit bersuara saat belajar sehingga penataan ruangan dapat dilakukan agar fokus belajar tetap terbentuk.

Lingkungan sosial sendiri adalah lingkungan dimana terciptanya interaksi saat proses pembelajaran. Pada saat sekolah, interaksi antar siswa dapat terjadi dengan guru, siswa lain, dan seluruh masyarakat di sekolah. Walaupun kini interaksi cukup terbatas, interaksi sosial ini dapat tetap dilakukan dengan guru melalui diskusi online, sedangkan untuk nteraksi dengan teman, anak dapat diberikan kesempatan untuk menyapa dan mengobrol dengan temannya melalui aplikasi seperti Line, WhatsApp, dan lainnya pada saat waktu istirahat. Selain itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dimana orang tua sebaiknya senantiasa berinteraksi dengan anak seperti menanyakan apa kesulitan yang dialami saat belajar, hal apa yang dapat dilakukan untuk menambah semangat dalam belajar. Orang tua juga dapat bertanya kepada pengajar mengenai perkembangan selama belajar dirumah dan menjadi penghubung antar anak dan pengajar sehingga interaksi sosial tetap terlaksana dengan baik.

Hal lain yang tak kalah penting adalah dengan membuat jadwal kapan harus belajar dan harus beristirahat. Kebiasaan bangun paagi, mandi pagi dan sarapan sebaiknya tetap dilakuakn walaupun belajar dari rumah. Setelah kegiatan belajar secara daring selesai, beri dulu jeda untuk beristirahat. Jika tugas sudah selesai, berikan lagi waktu istirahat dan waktu bermain tanpa diganggu sehingga kegiatan belajar di rumah pun dapat terlaksana dengan baik tanpa menjadi beban untuk anak.

Mennciptakan lingkungan yang kondusif saat belajar di rumah ini tidak hanya dapat diterapkan pada saat pandemi saja, dalam situasi normal pun dapat tetap dilakukan, misalnya saat mengerjakan pekerjaan rumah. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat diterapkan untuk pelaksanaan pembelajaran yang informal, misalnya dalam hal belajar memasak, belajar bermain alat musik, belajar agama dan kegiatan lainnya. Membiasakan untuk menyesuaikan diri agar terciptanya lingkungan yang kondusif tentu saja akan menjadi kebiasaan yang baik sehingga kegiatan belajar apapun dan dimanapun dapat berlangsung secara efektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNITAS PEDULI PENDIDIKAN INDONESIA “PELANGI CERIA”

PENGARUH LINGKUNGAN DAN KESEHATAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Media Sosial sebagai Media Belajar Daring bagi Siswa