Peran Media Sosial dalam Dunia Pendidikan

 Peran Media Sosial dalam Dunia Pendidikan

Alifah Rahma 

Universitas Negeri Semarang

Pada perkembangan zaman yang sangat pesat, maka proses belajar mengajar di sekolah turut mengalami perubahan. Perkembangan teknologi yang begitu deras telah menyebabkan bayi pada usia tersebut tidak hanya mengkoordinasikan motorik mereka terhadap obyek seperti mobil mainan atau meja, namun juga terhadap gadget. Saat ini telah lahir generasi yang sudah familiar terhadap TIK dari usia sangat dini, meskipun masih terbatas pada aplikasi pendidikan usia dini, namun sudah fasih dalam menggunakan gadget, terutama tablet. Selain itu, menggunakan media sosial seperti facebook untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pada zaman dahulu untuk melakukan komunikasi dengan orang lain, biasanya dengan membuat janji atau kesepakatan untuk bertemu sehingga terjadilah komunikasi yang membahas tentang hal-hal yang sedang dibicarakan kedua belah pihak atau lebih Karakteristik Media Sosial. 

Media sosial mendorong kontribusi dan umpan balik dari setiap orang yang tertarik. Jarang ada hambatan untuk mengakses dan memanfaatkan konten-konten yang disukai. Berdasarkan karakteristik tersebut, apabila penggunaan media sosial ini diterapkan sesuai tujuannya, tentu akan memberikan manfaat yang sangat banyak bagi siswa. Perkembangan zaman yang begitu cepat bak menjelajah ke masa depan, teknologi saat ini kian menjadi salah satu alat penting dalam komunikasi dengan orang lain. Karena mengikuti pembelajaran masa lalu, maka tidak heran banyak dari pendidik yang bertentangan dengan media sosial gagal untuk mengadopsi cara-cara baru pendidikan. Hal tersebut terjadi karena generasi muda lebih dominan dalam mengikuti perkembangan zaman seperti halnya menggunakan internet.

Hal itu tidak benar karena menurut penelitian Facebook sendiri bahwa generasi muda atau remaja sering update status atau memberikan pesan kepada yang bersangkutan memang disengaja sehingga tidak benar-benar terjadi padanya. Beberapa sekolah ada yang meminta gurunya untuk menghindari pertemanan dengan siswa di Facebook karena asumsi stereotip pendidik tentang siswa remaja yang menggunakan media sosial dipandang negatif. Oleh karena itu, siswa harus diajarkan tentang apa yang tepat dalam komunikasi di media sosial. Orang tua dan guru harus mendampingi dalam mengajarkan pengaturan privasi, konten apa yang bisa dilihat dan profil serta foto apa yang pantas untuk ditampilkan. 60% dari remaja pengguna Facebook mengatur profil Facebook percaya hanya diri sendiri yang dapat mengatur privasi akunnya secara pribadi. 

Berpikir kritis

Nasihat yang bisa diberikan kepada siswa tentang penggunaan media sosial adalah untuk 'berpikir' sebelum memposting status atau gambar
. Dorong mereka untuk meninjau kembali pengaturan privasinya, jika mereka memposting tulisan dan gambar yang kurang sesuai, maka mereka harus meminta maaf kepada penerima dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Pertanyaan-pertanyaan lahir dari pengalaman kehidupan nyata ketika siswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan media sosial sebagai media ekspresi adalah salah satu langkah sebagai pendidik yang perlu digunakan. 


Muda

Sebagai komunikator siswa zaman sekarang adalah komunikator besar karena menggunakan e-mail, media sosial dan pesan singkat dalam setiap berkomunikasi dengan orang lain. Jika diberi tugas oleh guru, siswa tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengerjakan tugasnya karena dengan menjelajahi dunia maya, siswa pun bisa mengerjakan tugasnya dan efisien terhadap waktu yang diberikan. Secara psikologis,media sosial seperti pisau bermata dua. Media sosial dapat meningkatkan dan menurunkan prestasi belajar, hal ini tergantung bagaimana pemakaiannya. 

Jika kita membaca berita atau beberapa literatur, media sosial memiliki potensi untuk menurunkan prestasi belajar. Penggunaan media sosial yang tanpa kendali akan mengakibatkan pelajar melupakan tugas utama di sekolah, dan memilih memasuki dunia virtual. Peran orangtua dan guru menjadi faktor yang sangat penting untuk mendidik siswa menghadapi dunia tanpa batas. Salah satu yang penting adalah mendidik anak untuk bisa bersikap jujur. 

Jika anak sudah di didik jujur sejak awal, maka akan dapat melaporkan ketidaknyamanan yang dialaminya terhadap orang tua dan guru. Faktor pendukung lain adalah pendidikan agama dan moral yang baik. Kemudian yang tidak kalah penting, orangtua dan guru harus memberi teladan yang powerful terhadap siswa. Teladan tersebut akan semakin kuat diterima siswa, jika guru juga menguasai media sosial dan segala fitur yang ditawarkan . 

Terlepas sisi kompleksitas seperti yang disajikan di atas
, ternyata media sosial berguna dalam proses belajar-mengajar itu sendiri. Pada saat ini, Sekolah mengajarkan siswa-siswa tentang etika dan aturan-aturan tentang media sosial. Beberapa pendidik mengatakan bahwa interaksi di media sosial sungguh positif dan sekolah dapat mempergunakan facebook bagi siswa untuk selalu berkomunikasi. Pada akhirnya orang tua dan guru mengarahkan siswa atau anak mereka supaya menggunakan media sosial ke arah ini. Perkembangan jejaring sosial atau yang lebih dikenal dengan media sosial kini sudah mempengaruhi dunia pendidikan, misalkan dalam model pembelajaran. Media sosial dapat dimanfaatkan demi keberhasilan dunia pendidikan. 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMUNITAS PEDULI PENDIDIKAN INDONESIA “PELANGI CERIA”

PENGARUH LINGKUNGAN DAN KESEHATAN TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Media Sosial sebagai Media Belajar Daring bagi Siswa